Tampilkan postingan dengan label My work. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My work. Tampilkan semua postingan

Senin, Desember 03, 2012

Manfaat Buah Durian Bagi Kesehatan


Buah durian dikenal dengan rasanya yang enak dan baunya yang harum menggugah selera. Ternyata bukan janya enak, buah durian ini mengandung banyak khasiat untuk tubuh kita. Manfaat buah durian bagi kesehatan dapat kita pergunakan untuk pengobatan dan pencegahan dari beberapa penyakit.
Buah durian mengandung fosfor dan zat besi 10 kali lebih besar daripafa yang terdapat dalam pisang. Kandungan gizi setiap 100 gram buah durian adalah 67 gram air, 2,5 gram lemak, 28,3 gram karbohidrat, 2,4 gram serat, 2,5 gram protein, dan menghasilkan energi sebesar kurang lebih 520 kJ.
Durian dipercaya dapat mengatasi anemia karena durian kaya akan asam folat dan zat besi. Durian juga termasuk buah yang memiliki cukup serat sehingga bermanfaat untuk mengobati sembelit. Meningkatkan tekanan darah yang rendah karena mengandung zat besi dan sifatnya yang panas. Kandungan fosfornya berguna untuk menjaga kesehatan gigi dari ancaman gigi berlubang.
Kandungan kalsium, potasium dan berbagai vitamin B dalam buah durian sangat bermanfaat bagi kesehatan tulang dan persendian. Kandungan mangaan dapat menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah. Kandungan vitamin C sebagai antioksida dapat menghambat proses penuaan dini. Sedangkan akar pada pohon durian dapat digunakan untuk mengobati infeksi pada kuku.
Kandungan niasin dan thiamin dalam durian dapat meningkatkan nafsu makan bagi anak maupun orang dewasa. Sedangkan kandungan riboflavin atau lebih dikenal dengan vitamin B2 dapat membantu mengurangi migrain. Kandungan piridoksin yang terdapat pada buah durian dapat berkhasiat untuk mengurangi stresdan depresi.

Categories:

Rabu, Oktober 26, 2011

Disiplin Waktu

Sebagai makhluk yang selalu beraktivitas dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup, manusia dituntut berdisiplin dalam usahanya. Sebab, waktu akan terus bergulir dengan alurnya sendiri, dan manusia hanya bisa mengikuti alur itu, tidak bisa memperlambat, mempercepat, atau menghentikannya. Jika tidak mampu bertindak tepat dan bekerja disiplin, ia akan terlindas oleh waktu. Kedisiplinan menjadi penting dan menjadi kunci kesuksesan.

Nabi Muhammad SAW pernah berdoa agar Allah memberi berkah kepada umatnya yang berdisiplin dan bekerja tepat waktu. Nabi pernah memohon kepada Allah SWT, ''Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada umatku di waktu pagi mereka.'' (HR At-Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah dari Shahr Al-Ghamidi).

Shahr Al-Ghamidi adalah salah seorang sahabat Nabi yang berprofesi sebagai pedagang. Keyakinannya akan doa Nabi tersebut, membuatnya rajin, ulet, dan disiplin dengan profesinya. Ia selalu memulai aktivitasnya di pagi hari. Mendistribusikan barang dagangannya di saat sinar matahari belum tampak betul. Berkat kedisiplinannya itu, ia menunai berkahnya. Ia menjadi salah satu saudagar kaya saat itu.

Baik atau buruk, untung atau rugi hasil suatu pekerjaan, tergantung dari usaha pelakunya. Surat Al-Ashr (103) jelas-jelas menyatakan hal ini. Allah berfirman, ''Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati supaya bersikap sabar.'' (ayat 1-3).

Dalam surat tersebut, paling tidak ada beberapa hal yang saling berkaitan, hubungannya dengan disiplin kerja, yaitu waktu, amal (usaha), kerugian (hasil usaha). Seolah-olah surat Alquran tersebut ingin menegaskan bahwa waktu yang Allah luangkan, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Apabila tidak, yang bersangkutan sendiri yang akan rugi. Pendek kata, surat tersebut mengajarkan kita berdisiplin kerja dan berdisiplin waktu.

Banyak hadis Nabi yang memperingatkan manusia agar mempergunakan waktu sebaik mungkin. Antara lain sabda Nabi, ''Dua nikmat yang sering disia-siakan oleh banyak orang, yaitu kesehatan dan kenikmatan.'' (HR Bukhari dari Ibnu Abas).

Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata, ''Rezeki yang tidak diperoleh hari ini, masih bisa diharapkan perolehannya lebih banyak di hari esok. Tetapi, waktu yang berlalu hari ini, tidak mungkin kembali esok.''Wallahu a'lam bish-shawab.

Sumber : republika.or.id

my analysis conclusion:

When you apply self-discipline and doing the things that you know you should do, you will not only achieve personal success and success profesionalme bigger, but you'll also find fantastic mimic people have had success before you or create a benchmarkourselves with people -a great person.

Categories:

Jumat, November 26, 2010

KELUARGA

KELUARGA

Berikut beberapa definisi dari keluarga:

  1. Duvall dan Logan ( 1986 ) :

Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.

  1. Bailon dan Maglaya ( 1978 ) :

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.

  1. Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) :

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan

Karakteristik Keluarga adalah :

1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi

2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain

3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik

4. Mempunyai tujuan menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

Struktur Keluarga

1. Patrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur ayah

2. Matrilineal : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu

3. Matrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah ibu

4. Patrilokal : sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami

5. Keluarga kawinan : hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

Bentuk Keluarga

Ada dua macam bentuk keluarga dilihat dari bagaimana keputusan diambil, yaitu:

  • Berdasarkan lokasi

Adat utrolokal, yaitu adat yang memberi kebebasan kepada sepasang suami istri untuk memilih tempat tinggal, baik itu di sekitar kediaman kaum kerabat suami ataupun di sekitar kediamanan kaum kerabat istri;

Adat virilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri diharuskan menetap di sekitar pusat kediaman kaum kerabat suami;

Adat uxurilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri harus tinggal di sekitar kediaman kaum kerabat istri;

Adat bilokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat tinggal di sekitar pusat kediaman kerabat suami pada masa tertentu, dan di sekitar pusat kediaman kaum kerabat istri pada masa tertentu pula (bergantian);

Adat neolokal, yaitu adat yang menentukan bahwa sepasang suami istri dapat menempati tempat yang baru, dalam arti kata tidak berkelompok bersama kaum kerabat suami maupun istri;

Adat avunkulokal, yaitu adat yang mengharuskan sepasang suami istri untuk menetap di sekitar tempat kediaman saudara laki-laki ibu (avunculus) dari pihak suami;

Adat natalokal, yaitu adat yang menentukan bahwa suami dan istri masing-masing hidup terpisah, dan masing-masing dari mereka juga tinggal di sekitar pusat kaum kerabatnya sendiri .

  • Berdasarkan pola otoritas

Patriarkal, yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh laki-laki (laki-laki tertua, umumnya ayah)

Matriarkal, yakni otoritas di dalam keluarga dimiliki oleh perempuan (perempuan tertua, umumnya ibu)

Equalitarian, suami dan istri berbagi otoritas secara seimbang.

Fungsi Keluarga

Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :

Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.

Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.[

Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.

Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.

Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.

Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.

Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Sumber::

http://blog.ilmukeperawatan.com/konsep-keluarga.html, http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga#Bentuk_keluarga

Categories:

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

Copyright © Nela Mulsifa | Design by Anders Noren

Up ↑